NTB Kembangkan Wisata Hiu Paus: Menikmati Keindahan Alam dan Konservasi di Teluk Saleh

NTB Kembangkan Wisata Hiu Paus: Menikmati Keindahan Alam dan Konservasi di Teluk Saleh  – Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis ekologi. Salah satu inisiatif terbaru adalah pengembangan wisata hiu paus di Teluk Saleh, Pulau Sumbawa. Teluk Saleh dikenal sebagai habitat alami hiu paus, menjadikannya daya tarik unik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengembangan wisata hiu paus di NTB, mulai dari latar belakang, potensi wisata, hingga upaya konservasi yang dilakukan.

Baca juga : Pulau Penyengat: Destinasi Wisata Sejarah yang Memukau di Tanjungpinang

Latar Belakang Pengembangan Wisata Hiu Paus

Teluk Saleh, dengan luas sekitar 1.459 kilometer persegi dan panjang 282 kilometer, merupakan salah satu kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati. Hiu paus, sebagai salah satu spesies yang dilindungi, menjadikan Teluk Saleh sebagai tempat berkembang biak yang ideal. Pemerintah Provinsi NTB melihat server thailand potensi besar dalam mengembangkan wisata berbasis hiu paus untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Potensi Wisata Hiu Paus di Teluk Saleh

Pengembangan wisata hiu paus di Teluk Saleh menawarkan berbagai potensi yang menarik bagi wisatawan:

  1. Pengalaman Menyelam Bersama Hiu Paus:
    • Wisatawan dapat menikmati pengalaman unik menyelam bersama hiu paus di habitat alaminya. Aktivitas ini tidak hanya memberikan sensasi petualangan, tetapi juga edukasi tentang pentingnya konservasi hiu paus.
  2. Keindahan Alam Bawah Laut:
    • Teluk Saleh memiliki keindahan alam bawah laut yang memukau dengan terumbu karang yang masih alami dan beragam biota laut. Wisatawan dapat menikmati snorkeling dan diving untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut Teluk Saleh.
  3. Wisata Kapal Pinisi:
    • Banyak kapal pinisi dari Bali dan Labuan Bajo yang merapat ke Teluk Saleh, membawa wisatawan mancanegara yang ingin berenang dan melihat langsung hiu paus. Wisata kapal pinisi ini menambah daya tarik wisata di Teluk Saleh.

Upaya Konservasi dan Pengelolaan Wisata

Pengembangan wisata hiu paus di Teluk Saleh tidak hanya fokus pada aspek pariwisata, tetapi juga pada upaya konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB:

  1. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP):
    • Pemerintah bersama perangkat daerah, akademisi, dan organisasi nirlaba menyusun SOP tata kelola pariwisata berbasis hiu paus. SOP ini bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas wisata tidak mengganggu habitat dan keberlanjutan hiu paus.
  2. Pembentukan Kawasan Konservasi:
    • NTB telah menetapkan sembilan kawasan konservasi dengan total luas mencapai 183 ribu hektare yang mencakup Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kawasan konservasi ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem laut.
  3. Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD):
    • Pemerintah membentuk BLUD sebagai pengelola kawasan konservasi. BLUD ini melibatkan kontribusi besar dari mitra organisasi nirlaba untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan wisata.
  4. Penyusunan Payung Hukum:
    • Pemerintah sedang menyusun payung hukum agar konservasi dan pariwisata dapat berjalan beriringan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap menjaga keberlangsungan hiu paus di Teluk Saleh. Payung hukum ini diharapkan rampung pada Januari 2025.

Dampak Positif Pengembangan Wisata Hiu Paus

Pengembangan wisata hiu paus di Teluk Saleh diharapkan memberikan berbagai dampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar:

  1. Peningkatan Ekonomi Lokal:
    • Wisata hiu paus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui berbagai aktivitas pariwisata, seperti penyewaan peralatan menyelam, jasa pemandu wisata, dan penjualan suvenir.
  2. Edukasi dan Kesadaran Lingkungan:
    • Wisata hiu paus memberikan edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya konservasi dan perlindungan spesies yang dilindungi. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat dan wisatawan.
  3. Pelestarian Keanekaragaman Hayati:
    • Upaya konservasi yang dilakukan melalui pengembangan wisata hiu paus membantu melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem laut di Teluk Saleh. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.

Kesimpulan

Pengembangan wisata hiu paus di Teluk Saleh, NTB, merupakan langkah inovatif dalam memadukan pariwisata dan konservasi lingkungan. Dengan berbagai potensi wisata yang menarik dan upaya konservasi yang dilakukan, Teluk Saleh diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.